Gelar Festival Film Pendek Berhadiah Hingga 100 Juta Rupiah, Indodax Dukung Industri Film Indonesia
- ISFF Committee

- Oct 14, 2019
- 2 min read
Updated: Jun 19, 2022
Bertekad mendukung perkembangan industri kreatif dunia perfilman dan sineas muda di Indonesia, Indodax menggelar Indodax Short Film Festival, sebuah festival film pendek berhadiah hingga 100 juta Rupiah.

Perfilman Indonesia kini semakin menunjukkan geliatnya. Hal ini ditandai dengan banyaknya deretan judul film-film baru karya anak bangsa yang ada di list tayangan bioskop. Antusiasme masyarakat pun dinilai terbilang positif. Tidak sedikit diantara mereka telah menyadari bahwa kini perfilman Indonesia disinyalir mampu memperdalam pengetahuan mereka akan sesuatu hal yang baru termasuk mengenai kemajuan teknologi. Untuk merespon perkembangan tersebut, Indodax sebagai marketplace aset digital terbesar di Indonesia menyadari pentingnya eksistensi komunitas film maker muda Indonesia untuk selalu dipelihara dan diberikan tempat agar mereka terus berkreasi.
Bertajuk “Aset Masa Depan” sebagai sebuah tema, Indodax menyelenggarakan Indodax Short Film Festival 2019 (ISFF 2019). Selaku CEO Indodax, Oscar Darmawan menyebutkan ISFF 2019 ditujukan tidak hanya sekedar sebagai wadah mengekspresikan diri terutama bagi para kaum millennial tetapi juga menjadi ajang untuk menambah kemunculan sinema pendek Indonesia yang lebih beragam, sehat, inspiratif, berdaya saing, dan edukatif. Kemudian, Oscar Darmawan juga berharap perhelatan ini diharapkan mampu mendukung pertumbuhan industri kreatif di Indonesia di dunia perfilman dan sebagai apresiasi kepada para sineas perfilman Indonesia.
Selain itu, ISFF 2019 ini juga akan melibatkan dua legenda perfilman Indonesia yang karyanya tidak lekang oleh waktu yaitu Fajar Nugros dan Goen Rock yang turut memeriahkan acara ini sebagai salah dua dewan juri. Di sela-sela diskusi ringan, Fajar Nugros menceritakan bahwa di masa lalu sewaktu beliau bermimpi menjadi sutradara, salah satu kesulitan yang menjadi tantangan baginya adalah mencari ruang dan media untuk menunjukkan karya. Namun, dengan banyaknya festival film pendek saat ini, salah satunya yang digelar Indodax adalah kesempatan besar untuk filmmaker-filmmaker muda unjuk karya.
Tidak ketinggalan, Sineas terkenal dalam negeri yakni Goen Rock ikut berkomentar. Sebelumnya, beliau memahami saat ini banyak sekali kemunculan teknologi filmmaking yang semakin mempermudah kita untuk memproduksi karya audio visual dan dapat diperoleh dengan harga yang semakin terjangkau. Bahkan, media berekspresi juga semakin mudah untuk diakses seolah terus memberikan peluang untuk pembuktian serta aktualisasi diri. “Agar generasi muda sebagai aset masa depan tidak sekadar menjadi self-declared filmmaker, mereka juga berhak mendapatkan wadah untuk bisa berekspresi ‘liar’ di jalur yang benar, salah satunya adalah dengan mengikuti festival film Indodax Short Film Festival 2019. Disini mereka akan diuji untuk menjadi filmmaker berkompeten” ujar Goen Rock.
Dalam pelaksanaan perdananya, terdapat kegiatan Awarding Night yang berisikan serangkaian acara dan program seru nan kreatif yang dapat dinikmati oleh masyarakat seperti workshop, temu komunitas, penayangan beberapa film pendek dari peserta, dll. Kabar baiknya, Fajar Nugros juga akan memberikan pelatihan terkait dunia perfilman pada acara Awarding Night tersebut. Di samping itu, sebagai salah satu agenda yang bertujuan menambah wawasan serta memicu ide baru dan kreatifitas masyarakat, kegiatan ini rencananya akan digelar di Gedung Pusat Perfilman Usmar Ismail pada tanggal 9 Desember 2019.
Yang menarik, untuk memberikan tambahan insentif bagi para sineas, pergelaran ISFF 2019 ini akan ada total hadiah senilai Rp 100.000.000,- menanti bagi empat kategori pemenang. Bagi pembaca yang tertarik untuk berpartisipasi dalam kompetisi ISFF 2019, periode submisi berlangsung dari tanggal 2 September – 3 November 2019 melalui laman http://event.indodax.com.








It’s inspiring to see how the Indodax Short Film Festival supports emerging filmmakers and provides a platform for creative expression. Your post clearly highlights the opportunities and resources available, making it easy for readers to understand the festival’s impact. I recently read a related discussion on a platform linked to https://southerndry.com/ that emphasized nurturing young creators and fostering sustainable artistic communities. Thanks for sharing such a well-detailed and encouraging overview of this initiative!
Belajar itu bukan lomba, tapi proses. Dengan pendekatan Kurikulum Merdeka, UNICCM School membantu anak fokus memahami tanpa terburu-buru.
Santai, tapi tetap jalan.
Mình có lần lướt đọc mấy trao đổi trên mạng thì thấy nhắc tới NK88, nên cũng tò mò mở ra xem thử cho biết. Mình không tìm hiểu sâu, chỉ xem qua trong thời gian ngắn để nhìn bố cục và cách sắp xếp nội dung tổng thể. Cảm giác là trình bày khá gọn, các mục rõ ràng nên đọc lướt cũng không bị rối, với mình như vậy là đủ để nắm thông tin cơ bản rồi.
Slope Rider Tidak ketinggalan, Sineas terkenal dalam negeri yakni Goen Rock ikut berkomentar. Sebelumnya, beliau memahami saat ini banyak sekali kemunculan teknologi filmmaking yang semakin mempermudah kita untuk memproduksi karya audio visual dan dapat diperoleh dengan harga yang semakin terjangkau.
Dalam pelaksanaan perdananya, terdapat kegiatan Awarding Night yang Smash Karts 76 serangkaian acara dan program seru nan kreatif yang dapat dinikmati oleh masyarakat seperti workshop, temu komunitas, penayangan beberapa film pendek dari peserta,